Kepemimpinan Perempuan

Kolom Santri168 Dilihat
Read Offline:

Seorang perempuan biasanya dikaitkan dengan tiga hal yaitu sumur, dapur, dan kasur. ketiga ini sudah tertanam dan menjadi pandangan seorang laki-laki. menurut sebagian laki-laki untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi kalau pada ujungnya mengurusi suami dan berdiam diri dirumah, dengan anggapan seperti ini menjadikan adanya keraguan untuk memposisikan perempuan sebagai seorang pemimpin. tetapi mengenai kepemimpinan perempuan ini masih menjadi suatu perdebatan.

Kepemimpinan perempuan adalah suatu tema yang menarik untuk diperbincangkan, namun nyatanya masih perlu untuk dilakukan penelitian kembali secara mendalam. alasanya adalah perubahan dan perkembangan zaman telah membawa posisi perempuan untuk berpartisipasi dalam ranah publik. saat ini semakin terlihat kemajuan dan prestasi yang dimiliki oleh perempuan. bahkan dizaman sekarang tidak jarang bila menemui perempuan menjadi pemimpin dalam lembaga atau sebuah organisasi, seperti menjadi pemimpin kepala desa, kepala kantor, kepala sekolah, manajer perusahaan, direktur rumah sakit, direktur bank, dan lain – lain.

Sebagian kelompok tidak memperbolehkan praktik kepemimpinan perempuan

ini, dikarenakan menganggap bahwa perempuan tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Namun jika ditinjau lebih dalam lagi perempuan memiliki beberapa sifat alamiyah yang membuat dirinya layak menjadi seorang pemimpin.(1)

Pengertian Kepemimpinan perempuan

  1. Pengertian

Kepemimpinan menurut Griffin dan Ebert (1999,228) adalah proses memotivasi orang lain untuk mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Sedangkan menurut Keys dan Case (1993, 222). Kepemimpinan adalah suatu proses merealisasikan tujuan organisasi dengan memadukan kebutuhan

para pengikutnya untuk terus tumbuh berkembang sesuai dengan tujuan organisasi(2)

Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah usaha dari seorang pemimpin untuk dapat merealisasikan tujuan individu ataupun tujuan organisasi.

Sedangkan pengertian perempuan secara etimologis berasal dari kata “empu” yang mempunyai arti orang yang mahir atau berkuasa, kepala, hulu atau yang paling besar.(3) Adapun dalam pandangan kelompok feminisme, perempuan adalah suatu golongan yang ditetapkan melalui gambaran tertentu. Maka singkatnya kata perempuan adalah Sesuatu yang menjadi pembeda antara kelompok lainnya.(4)

Menurut Plato perempuan tidak jauh berbeda dengan laki-laki, perbedaan keduannya hanya didasari dari kekuatan fisik antara yang lemah dan yang kuat.(5)

kepemimpinan pada umumnya memang dipimpin oleh seorang laki-laki, tetapi pada zaman yang semakin maju ini tidak sedikit perempuan-perempuan yang berkompeten dan mampu berperan atau memimpin suatu organisasi misalnya dalam organisasi Fatayat NU,

Muslimat NU dan bahkan beberapa Negara juga dipimpin oleh seorang perempuan, termasuk juga Indonesia yang pernah dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri (2001-2004). Tidak menjadi hal yang mustahil jika suatu kepemimpinan yang dipimpin oleh seorang perempuan berhasil atau mencapai tujuan yang diharapkan.

  1. Ciri-ciri pemimpin

Seorang pemimpin harus menjadi contoh yang baik untuk setiap anggotanya, ciri-ciri kepemimpinan yang baik yaitu memiliki integritas, dapat menginspirasi orang lain, mampu berkomunikasi dengan baik, tidak goyah dalam mengambil keputusan, memiliki ide kreatif dan inovatif, memiliki rasa tanggung jawab tinggi, selalu percaya diri dan optimisme, memiliki kecerdasan emosional, bersifat transparansi dan memperlakukan orang lain dengan baik.(6)

  1. Lembagaan kepimipinan perempuan

Dari kepribadian perempuan yang merupakan pihak paling mengetahui

kebutuhan, permasalahan, dan solusi dari isu-isu yang dihadapi oleh kaumnya sendiri, maka dari itu kepemimpinan dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan menjadi sangat penting. Minimnya keterwakilan perempuan sebagai pemimpin membuat organisasi maupun institusi kurang memiliki sudut pandang perempuan, sehingga secara tidak langsung juga berpengaruh pada penyusunan kebijakan yg berpihak pada perempuan dan berdampak pada rendahnya indeks kesetaraan gender.(7)

Setelah dilihat dari beberapa persoalan kepemimpinan perempuan diatas, maka kiranya perlu faktor untuk menunjang ketimpangan tersebut, salah satunya yaitu adanya kelembagaan mengenai Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA).

Pada Rakernas Perempuan Pemimpin Indonesia (PPI) I tahun 2021

dengan tema Kepemimpinan Perempuan Tangguh sebagai Pilar Emas Mercusuar Dunia, diharapkan mampu mencari solusi dan inovasi bagi seluruh perempuan di nusantara. Apalagi perempuan masih menjadi kelompok rentan karena konstruksi sosial yang menempatkannya pada posisi lebih rendah dari laki-laki. (8)

Menurut I Gusti Ayu Bintang Puspayoga yang merupakan Mentri PPPA, mengapresiasi kontribusi PPI atau Perempuan Pemimpin Indonesia sebagai mitra kerja nyata bagi peningkatan taraf hidup perempuan dan anak di Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas-Mercusuar Dunia. Beliau menuturkan bahwasanya kepemimpinan perempuan nyatanya sangat esensial bagi kesejahteraan bangsa, bahkan dunia. Hal ini harus terus menerus digelorakan, sehingga tertanam menjadi persepsi yang baru di dalam masyarakat.(9)

Selain itu ada pula lembaga yang hadir untuk mengkonfirmasi, mengafirmasi, mengapresiasi, dan mengkonsolidasikan khidmah-khidmah pengabdian ulama perempuan yang sudah ada dan nyata di Indonesia yang dinamakan KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia).

Ulama perempuan di Indonesia merupakan sebuah entitas yang nyata adanya, serta nyata dedikasi dan kontribusinya dalam sejarah Islam dan sejarah nasional Indonesia. Mulai zaman kerajaan Islam hingga sekarang, peran ulama perempuan sebagaimana ulama laki-laki sangat nyata dan signifikan, tapi sangat minim pengakuan dan tidak ditulis dalam historiografi.(10)

KUPI (Kongres Ulama Perempuan Indonesia) telah mengadakan kongres 2 kali, kongres pertama kali yang diadakan di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, pada 25-27 April 2017 . Kongres yang pertama kali di Indonesia ini hadir sebagai penegasan eksistensi ulama perempuan Indonesia dan perluasan peran dan kiprahnya di masyarakat. Pada kongres kedua diadakan di Semarang dan Jepara pada tanggal 23-26

November 2022. Dalam kongres yang kedua menghasilkan 5 poin penting salah satu diantaranya yaitu mengenai pemimpin perempuan. Kepemimpinan perempuan, dalam hal tersebut mencakup tentang kepemimpinan dan peran perempuan dalam menanamkan pendidikan keislaman, mengokohkan nilai kebangsaan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Serta eksistensi dan otoritas kepemimpinan ulama perempuan dalam kerja-kerja advokasi di hadapan negara, untuk berbagai isu yang melibatkan perempuan dan anak-anak, seperti penguatan ekonomi komunitas, perlindungan buruh migran, lansia dan lain-lain.(11)

  1. kesimpulan

kepemimpinan adalah usaha dari seorang pemimpin untuk dapat merealisasikan tujuan individu ataupun tujuan organisasi. Kepemimpinan pada umumnya memang dipimpin oleh seorang laki-laki, tetapi pada zaman yang semakin maju ini tidak sedikit perempuan-perempuan yang berkompeten dan mampu berperan atau memimpin suatu organisasi.

__________________

Kontributor: Alif Luthfiyatun, santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda semester V

Read Offline:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *